Sapaan cinta memang penuh misteri. Tak bisa diundang, tak bisa pula diusir.
Kita hanya harus menyambutnya dengan senyum lebar saat dia datang menyapa.
Ah, sapaan yang selalu mampu menjadi candu untukku.
Meski kita semua tahu, tak ada cinta tanpa luka.
Atau sebenarnya luka lah yang telah membuatku kecanduan?
Aku menikmati luka. Setiap detih perihnya. Bahkan saat luka itu melebar, perihnya masih akan terus kunikmati, sebagaimana aku menikmati setiap hembusan nafas cinta. Cinta dan luka, kunikmati dalam bentuk yang berbeda. Yang sama-sama menghasilkan satu hal, kenangan.
Sekarang aku mengerti kenapa aku tidak pernah kapok jatuh cinta, meski selalu terselip luka disana.
posting by. fiano
Labels: cinta dan luka
Subscribe to:
Posts (Atom)